Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan Lembaga Pengawas Internal (LPI) memaparkan hasil temuan Audit Mutu Internal (AMI) tahun akademik 2022-2023 pada Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Selasa, 3 September 2024). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, dan jajaran Pimpinan Fakultas/ UPPS (Unit Pengelola Program Studi), Kepala Direktorat dan Lembaga di lingkungan Unisma Bekasi.

Rektor Unisma Bekasi, Dr Amin, S.Pd., M.Si mengatakan bahwa kegiatan RTM adalah bagian terpenting dalam PPEPP yakni pada tahap pengendalian. “Dari hasil temuan AMI, dapat kita jadikan acuan untuk melakukan perbaikan atau peningkatan program kerja di Prodi/ UPPS/ Unit masing-masing,” paparnya.
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dr Tatik Yuniarti, M.I.Kom menambahkan bahwa berdasarkan hasil temuan audit bahwa dokumentasi arsip-arsip digital harus lebih dioptimalkan, agar lebih mudah diakses. Data-data tersebut menurutnya akan mendukung terpenuhinya standar yang sudah ditetapkan apakah tercapai atau tidak. “Kerjasama antar dosen, Ketua Program Studi, Dekan dan stakeholders di setiap Unit sangat diperlukan dalam pengisian formulir AMI agar sesuai dengan yang diharapkan,” ungkap Tatik saat mengevaluasi pelaksanaan AMI.

Dari hasil AMI dalam bidang akademik lanjut Tatik ditemukan permasalahan terbanyak pada proses pembelajaran pada monitoring dan evaluasi yang kurang optimal di setiap program studi. Hasil monev tersebut diketahui menjadi kunci dalam peningkatan mutu dalam pembelajaran. Hal ini perlu didukung tim yang kuat dan solid dalam Tim Penjaminan Mutu di tingkat Prodi dan Fakultas.
Sementara Kepala Lembaga Pengawas Internal (LPI), Dr Amin Bakri, MT mengungkapkan temuan dalam bidang non akademik yang juga harus ditindaklanjuti oleh semua stakholders di Unisma Bekasi. Dia menyebutkan antara lain terkait dengan tata kelola manajemen, kerjasama serta karakter Islami yang menjadi kekhasan dari Unisma Bekasi yang harus dikelola dengan baik.

Riri Sadiana, M.Si selalu Dekan Fakultas Teknik menyarankan ada penyamaan persepsi tentang penjaminan mutu agar seluruh Kaprodi, Dekan dan stakeholders di Unisma menyadari pentingnya proses evaluasi dilakukan. Hal yang terpenting menurutnya ada pendampingan yang secara simultan di setiap UPPS dalam menyusunan dokumen-dokumen mutu. “Best practise yang bisa dilakukan juga adalah tentang bagaimana prodi-prodi termotivasi untuk meningkatkan akreditasinya menjadi Unggul, jadi prodi Unisma ini yang telah Unggul seperti PGSD dan PAI dapat diberdayakan untuk memberikan pencerahan kepada prodi lain agar dapat mendapatkan hasil yang serupa ke depannya,” tutur Riri. (admin-lpm).


