Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan Lembaga Pengawas Internal (LPI) Unisma Bekasi mengadakan kegiatan Benchmarking ke LPM Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan Telkom University pada Senin (4/11/2024).
Dalam Anugerah Penghargaan SPMI di wilayah LLDIKTI IV, Telkom University mendapatkan peringkat pertama dan UNISBA menempati peringkat kedua. Melihat pencapaian itu, maka Unisma Bekasi melakukan kegiatan benchmarking di kedua PT tersebut. Terlebih UNISBA merupakan kampus yang juga memiliki warna dan karakteristik yang hampir sana dengan Unisma Bekasi.
Dokumentasi kegiatan kerjasama bidang penjaminan mutu antara LPM Universitas Islam 45 dengan BPM Universitas Islam Bandung
Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala LPM, Dr Tatik Yuniarti, M.I.Kom, Kepala LPI, Dr Amin Bakri, MT, Kasubdit Penjaminan Mutu Internal (PMI), Dadan Irwan, M.Kom, Kasubdit Penjaminan Mutu Eksternal (PME), Kasubdit SDM, Rizal Pahlevi, Lc. M.Si. Kegiatan ini juga disertai dengan Kepala UPT Bidang Kerjasama, Ria Marganingsih, S.E., MBA, karena setelah kegiatan Benchmarking akan ada upaya lanjutan kerjasama dalam hal upaya peningkatan penjaminan mutu.
Kegiatan benchmarking di UNISBA diterima oleh Ketua BPM, Dr Rini Lestari, S.E., M.Si.,Ak., CA; Ketua Bidang Standar Mutu, Dr, Ir, Reni Amaranti, S.T., M.T.IPM; Ketua Bidang Analisis Data, Asep Hakim Zakiran, S.H., M.H dan jajaran lainnya di BPM UNISBA. Sementara di Telkom University, kegiatan benchmarking diterima oleh Kepala Bagian Satuan Penjaminan Mutu Universitas Telkom, Dr Ade Romadhony, Kepala Urusan Pengembangan Sistem Mutu, Gerahadian Redha, Djakaria, Kepala Urusan Layanan dan Pengendalian Dokumen Mutu.
Menurut Kepala LPM Unisma, Dr Tatik Yuniarti , M.I.Kom kegiatan benchmarking dilakukan untuk menimba ilmu dalam peningkatan penjaminan mutu. Khususnya pada implementasi Permendikbud No 53 tahun 2023 tentang standar penjaminan mutu. Ketua BPM, Dr Rini Lestari, S.E., M.Si.,Ak., CA, kegiatan Penjaminan Mutu di UNISBA sudah berjalan rutin setiap semesternya yang juga melibatkan auditor untuk melakukan monitoring dan evaluasi.
Untuk mendorong budaya mutu di UNISBA, saat pelaksanaan AMI juga diberikan Award/ penghargaan bagi Prodi, UPPS dan unit yang melaksanakan AMI terbaik. “Budaya mutu di kami juga lebih menekankan pada proses yang dijalani, tidak pada persentase pencapaian standar”, ungkap Dr Rini Lestari, S.E., M.Si.,Ak., CA.
Sementara pelaksanaan penjaminan mutu di Telkom University sudah dibantu dengan sistem yang sudah sistematis. Hal ini memungkinan stakeholders mengunggah setiap berkas dan laporan dokumen secara berkala di website dala sistem tersebut. “Optimasi sistem penjaminan mutu di kampus kami sudah menggunakan sistem informasi yang mendukung, sehingga sangat mudah mengontrol Prodi/ UPPS atau Unit mana yang sudah sesuai atau belum dalam mengisi semua dokumen yang diperlukan”, tutur Dr Ade Ade Romadhony.
Dalam meningkatkan penjaminan mutu di Unisma, ke depan Universitas Telkom akan menjadikan Unisma Bekasi sebagai PT asuh untuk mendapatkan pendampingan bagi Prodi-Prodi yang akan meraih predikat akreditasi Unggul. Proses kerjasama ini akan segera ditindaklanjuti dan dimatangkan untuk mendapatkan kesepakatan bersama.





